5 Negara Ini Punya Pajak Penghasilan Tertinggi

Negara-negara di seluruh dunia biasanya menerapkan salah satu dari empat jenis sistem pajak: pajak nol, pajak perumahan, pajak berbasis kewarganegaraan, atau pajak teritorial.

Aturan umum dengan sistem perumahan adalah 183 hari; dengan kata lain, jika kalian menghabiskan lebih dari 183 hari yang dialokasikan di Negara XYZ, penghasilan kalian di seluruh dunia akan dikenakan pajak. Dalam kasus lain, hanya menjadi penduduk di negara tertentu sudah cukup untuk menjadi subjek pajak negara atas penghasilan kalian di seluruh dunia.

Perpajakan berbasis kewarganegaraan adalah bentuk yang paling kejam dari semuanya dan hanya digunakan oleh negara Afrika Eritrea dan Amerika Serikat. Warga kedua negara ini tidak akan pernah lepas dari tuntutan wajib pajak negaranya, meskipun mereka yang tinggal di luar negeri memiliki kesempatan untuk mengecualikan sebagian pendapatan asingnya dari pengenaan pajak negara yang ketat.

Sangat penting untuk menyadari perbedaan dalam sistem ini dan mengawasi negara mana yang menggunakan sistem mana. Setelah kalian mengetahui cara kerja setiap negara, maka kalian dapat mempelajari bagaimana sistem di negara tersebut. Ada juga negara yang nementapkan pajak untuk pekerja dari luar negri.

 

Negara Maju, Pajaknya Tinggi

Ada banyak negara dengan pajak rendah dengan kota-kota yang menempati peringkat tinggi dalam indeks kualitas hidup dan kebahagiaan warganya. Ada lebih dari 160 negara di luar dunia barat dan banyak yang merupakan negara maju seperti Georgia, Kosta Rika, Panama, dan Singapura.

Negara-negara Barat dengan pajak tinggi tidak memonopoli pembangunan, kualitas hidup, atau kebahagiaan. Bahkan, mereka terkadang bisa membawa kebalikannya.

Negara-negara dengan pajak rendah sering disebut “surga pajak,” itulah sebabnya saya mengambil kebebasan untuk menyebut negara-negara dengan tarif pajak tertinggi, “bahaya pajak.” Kalian mungkin tinggal dan bekerja dalam “bahaya pajak” atau berencana untuk pindah ke sana, setelah membaca ini pastikan keuangan kalian memadai.

  • SWEDIA

Swedia menjadi negara dengan tarif pajak penghasilan tertinggi di dunia. Tarif pajak penghasilan yang dikenakan Swedia terhadap orang pribadi, maksimal sebesar 57,19 persen. Namun dibalik tingginya potongan pajak penghasilan disana, Swedia membelanjakan pajak yang terkumpul dengan memberikan jaminan pensiun, subsidi kesehatan, pendidikan gratis, dan subsidi angkutan umum bagi warganya. Swedia memiliki tingkat kebersihan yang luar biasa teratur.

Swedia memiliki sistem perpajakan untuk penghasilan dari pekerjaan yang menggabungkan pajak penghasilan (dibayar oleh karyawan) dengan iuran jaminan sosial (iuran pemberi kerja) yang dibayarkan oleh pemberi kerja. Meskipun orang Swedia mungkin dikenai pajak yang berat, penjualan properti tempat tinggal dibebaskan dari pajak di sana.

 

  • JEPANG

Jepang, menarik sekitar 55% pajak. Negara ini termasuk ekonomi nasional terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan Cina dalam hal PDB nominal. Dalam hal paritas daya beli, itu adalah ekonomi nasional terbesar keempat di dunia, setelah Amerika Serikat, Cina, dan India.

Banyak yang menyumbangkan kesuksesan Jepang pada etos kerja mereka yang legendaris. Dengan ibukotanya menjadi rumah bagi lebih banyak jutawan daripada kota lain mana pun di dunia, Jepang adalah satu-satunya negara Asia di antara negara-negara dengan pajak tinggi dengan tarif pajak  tertinggi sebesar 55,95% atas pendapatan.

Supremasi perusahaan Jepang di Asia dalam memproduksi berbagai teknologi canggih dan mobil juga menjadi sallah satu pendapatan bagi pemerintah untuk pajak. Jepang juga menjadi salah satu negara yang dapat dibandingkan dengan budaya Barat dalam hal popularitas di seluruh dunia.

 

  • DENMARK

Denmark memiliki ekonomi maju yang menempati peringkat ke-18 di dunia dalam hal PDB per kapita dan ke-6 dalam PDB nominal per kapita. Negara kesejahteraan Denmark, antara lain, didasarkan pada konsep bahwa warga negara harus memiliki akses yang sama ke berbagai layanan yang dibayar oleh pajak.

Karena memiliki populasi yang sangat kecil, pemerintah Denmark memberlakukan tarif pajak total setara dengan 55,8% dari pendapatan per kapita untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Banyak yang melihat ini sebagai pembenaran atas tarif pajaknya yang tinggi, yang juga memungkinkan peningkatan aksesibilitas program sosial bagi rakyat Denmark.

Mungkin ini adalah bagian dari alasan mengapa orang Denmark dipandang sebagai salah satu orang paling bahagia di dunia. Atau mungkin karena mereka memupuk konsep Hygge, yang digunakan saat mengakui suatu perasaan atau momen, baik sendiri atau bersama teman, di rumah atau di luar, biasa atau luar biasa sebagai nyaman, menawan, atau istimewa. Saya akan selalu bersandar pada pola pikir dan bukan perpajakan sebagai penjelasan tingkat kebahagiaan suatu negara.

 

  • AUSTRIA

Austria termasuk salah satu negara maju di Eropa dengan pendapatan per kapita yang cukup tinggi sekitar 47.700 US dollar. Sektor industri adalah sektor yang memberi pengaruh besar terhadap perekonomian negara ini. Austria bertumpu pada beberapa sektor industri seperti mesin, baja, besi, makanan, otomotif beserta komponennya, kertas, peralatan komunikasi hingga pariwisata. Austria juga dikenal sebagai salah satu negara yang mengenakan pajak penghasilan tertinggi di dunia, dengan tarif maksimal 55 persen bagi setiap orang pribadi (OP).

Selain PPh orang pribadi dengan tarif maksimal 55%, Austria memungut PPh badan sebesar 25%. Sementara pajak pertambahan nilai (PPN) di sana diterapkan 16%, dengan kenaikan bertahan hingga 20%.

 

  • BELANDA

Belanda memiliki ekonomi yang maju dan telah memainkan peran khusus dalam ekonomi Eropa selama berabad-abad. Dalam beberapa dekade terakhir, itu adalah salah satu anggota pendiri dari apa yang kemudian menjadi Uni Eropa.

Belanda memiliki ekonomi terbesar ke-17 di dunia. Lokasi Belanda memberikan akses utama ke pasar di Inggris dan Jerman, dengan pelabuhan Rotterdam menjadi pelabuhan terbesar di Eropa. Untuk waktu yang lama, Belanda adalah salah satu negara paling makmur di dunia.

Pemerintah Belanda juga membebankan pajak warisan sebesar 40 persen dan pajak transfer tanah sebesar 6 persen. Namun mahalnya penarikan pajak penghasilan kepada warga Belanda, masih sebanding dengan tingkat pendapatan warganya yang cukup tinggi. Penghasilan warga Belanda rata-rata mencapai 2.220 euro per bulan atau sekitar Rp38,78 juta (asumsi 1 euro = Rp17.469).

 

 

Isu soal pajak memang sering kali sensitif dan mudah menyulut respons masyarakat. Di Indonesia misalnya, wacana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas sembako praktis menuai pro dan kontra.

Tak cuma itu, Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) yang memasukkan penerapan pajak pun sempat menuai pro dan kontra. Ketentuan soal pajak penghasilan (PPh), baik badan dan orang pribadi, juga akan diubah.

Begitulah pajak. Sebagai sumber penerimaan negara yang sifatnya ‘wajib’ dipungut dari wajib pajak, kebijakannya kerap kali dipandang sinis masyarakat. Tapi jangan salah, ternyata ada banyak negara lain di dunia yang pungutan pajaknya jauh lebih tinggi ketimbang Indonesia. Dan mereka mengelola perpajakan itu dengan baik.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.