5 E-commerce Paling Banyak Di Gunakan, Ada Favoritmu?

5 E-commerce Paling Banyak Di Gunakan, Ada Favoritmu? – E-Commerce (perdagangan elektronik) adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa, atau pengiriman dana atau data, melalui jaringan elektronik, terutama internet. Sekarang ini orang-orang menggunakannya karena banyak faktor, salah satunya untuk income ke penjualan toko lebih cepat di banding door to door.

Dalam mengelola perusahaan, di butuhkan berbagai jenis informasi guna untuk mempermudah pemasaran dalam suatu perusahaan, oleh karena itu dunia elektronik maka dari itu media elektronik sangat berperan penting dalam upaya pemasaran barang dan penjualan barang pada zaman yang serba instan ini,

Karena dengan terbatasnya kemampuan manusia dalam suatu bidang pekerjaan, maka pemasaran barang lewat elektronik sangat di butuhkan, karena di zaman yang serba cepat ini, dunia elektroniklah yang menjadi solusi utama untuk menanggulangi cara kerja manusia, agar bisa lebih cepat dan instan. Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan E-commerce tercepat di dunia. Lembaga riset asal Inggris, Merchant Mecine, merilis daftar sepuluh negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia. Indonesia memimpin jajaran negara-negara tersebut dengan pertumbuhan 78% pada 2018. Jumlah pengguna internet di Indonesia yang lebih dari 100 juta pengguna menjadi salah satu kekuatan yang mendorong pertumbuhan e-commerce.

 

Pengaruhnya, Untuk Indonesia

Transaksi bisnis ini terjadi baik sebagai bisnis-ke-bisnis (B2B), bisnis-ke-konsumen (B2C), konsumen-ke-konsumen atau konsumen-ke-bisnis. Istilah e-commerce dan e-bisnis sering digunakan secara bergantian. Istilah e-tail terkadang juga digunakan untuk merujuk pada proses transaksional untuk belanja online.

Kemajuan teknologi melahirkan e-commerce yang membantu para pebisnis untuk memudahkan usahanya. Electronic Commerce merupakan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. Saat ini ada banyak jenis e-commerce di Indonesia mulai dari iklan baris, retail, sampai marketplace.

  • Keuntungan Bisnis: Hal ini dapat memberikan keuntungan dari segi ekonomi barang. Bisa dibayangkan jutaan pengguna dari seluruh dunia dapat melihat produkmu hanya dengan melalui website. Dengan mencari keyword barang yang diinginkan, customer bisa menemukan tokomu dengan mudah.
  • Keuntungan Dari Segi Marketing : Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini Digital Marketing saat bermanfaat bagi pada Web Developer. Karena dapat mengatur SEO (Search Engine Organization) dalam hal memasang iklan dalam website yang menerapkan sistem pay per click bagi pengunjung website. Tidak hanya meningkatkan jumlah penjualan, menggunakan e-commerce juga bisa meningkatkan brand awareness, agar produk semakin di kenal.
  • Kemudahan Transaksi : Sistem online store yang diterapkan dalam e-commerce akan memudahkan pelanggan untuk memesan barang yang diinginkan tanpa harus ke offline store. Pembeli juga bisa melakukan transaksi dengan mudah, m-banking, transfer antar bank, COD atau lewat paylatter. E-commerce memberi penjual jangkauan global. Mereka menghilangkan penghalang tempat (jarak domisili atau geografi). Kini penjual dan pembeli bisa bertemu di dunia maya, tanpa terhalang lokasi.
  • Memantau Statistik Bisnis : Pertumbuhan bisnis dapat dipantau melaui e-commerce, seperti mengembangkan bisnis melalui pengetahuan tentang kebutuhan pelanggan tanpa harus berpindah lokasi atau melakukan survei langsung. Kita bisa melihat alogaritma kebutuhan pelanggan melalui data-data yang sudah tersedia (jenis barang, berapa banyak yang di beli dan biasanya kapan & oleh siapa saja di beli).

5 E-commerce, Terbesar Di Indonesia

Jumlah pengunjung atau traffic merupakan salah satu tolak ukur dari dominasi perusahaan toko online atau e-commerce. Posisi saat ini yang menjadi jawara adalah Tokopedia.
Melansir data persaingan toko online di Indonesia milik iPrice, Rabu (22/8/2021), Tokopedia kini menduduki posisi pertama dalam hal pengunjung web bulanan yang mencapai 147,79 juta. Di posisi kedua Shopee sebanyak 126,99 juta. Data itu merupakan data per kuartal II-2021. Posisi pertama telah direbut Tokopedia sejak kuartal I-2021, sebelumnya Shopee terus menduduki posisi puncak.

Sebanyak 88,1% pengguna internet di Indonesia memakai layanan e-commerce untuk membeli produk tertentu dalam beberapa bulan terakhir. Persentase tersebut merupakan yang tertinggi di dunia dalam hasil survei We Are Social pada April 2021. Posisi kedua ditempati Inggris dengan 86,9% pengguna internet yang memakai e-commerce. Kemudian, pengguna internet yang memakai e-commerce di Filipina sebesar 86,2%.

 

  • Tokopedia: 147.790.000

Kelebihan menggunakan aplikasi Tokopedia selanjutnya yaitu menyediakan berbagai fitur yang memudahkan penjual dalam melayani pembeli. Salah satu fitur yang dimiliki marketplace ini yaitu adanya fitur pre-order dengan waktu pengiriman hingga 1 bulan. Tokopedia, kamu bisa mencairkan saldo lebih cepat yaitu sekitar 1 hingga 2 jam saja. Hal ini tentu lebih memudahkanmu sebagai penjual, sehingga Kamu tidak perlu menunggu terlalu lama.

Tokopedia sendiri memiliki Brand Ambassador yang terbilang sangat terkenal.  Toko Hijau ini menggaet BTS. CEO Tokopedia Wiliam Tanuwidjaja mengungkapkan keuntungan di balik penunjukkan kedua grup musik asal Korea Selatan ini.

 

  • Shopee: 126.996.700

Shopee sendiri masih menyediakan berbagai cara pembayaran yang memudahkan kalian untuk melakukan pembayaran. Bisa menggunakan sistem COD, yang memudahkan kalian semisalkan belum sempat ke ATM atau m-bangking yang bermasalah.

Selain itu dengan adanya system COD juga ternyata dapat menambah kepercayaan pelanggan terutama dalam melakukan pembelian di Shopee. Sehingga masyarakat tidak takut tertipu atau yang lainya. Fitur layanan COD sekarang ini, berdasarkan faktanya banyak sekali dipakai oleh masyarakat atau pelanggan dalam melakukan pembelian di Marketpalce di Shopee.

 

  • Bukalapak: 29.460.000

Platfrom ini memiliki fitur pembayaran yang termasuk murah untuk pedagang. Kode OTP juga dapat dengan otomatis terdeteksi tanpa harus keluar dari Bukalapak. Manajemen yang mengatur stock nya sangat-sangat akurat.

Ketika barang sedang menunggu pembayaran, maka stok dikurangi, apabila batal maka stok dikembalikan, sehingga mencegah pembeli membayar barang yang stoknya habis. Platfrom ini memiliki promo diskon yang menguntungkan pembeli. Tampilan transaksinya juga terbilang simple.

  • Lazada: 27.670.000

Banyak yang senang berbelanja di Lazada karena harga produk-produknya yang dibanderol lebih murah. Selain itu juga banyak diskon dan promo yang diadakan secara rutin. Itulah mengapa barang-barang di Lazada lebih murah.

Lazada mengedepankan kesederhanaan. Hal ini terlihat dari tampilan aplikasi Lazada yang sangat sederhana dan ringan. Selain itu, Lazada memisahkan fungsi berjualan dan fungsi berbelanja sehingga aplikasi Lazada mengkonsumsi lebih sedikit ruang di memori handphone anda.

 

  • Blibli: 18.440.000

Salah satu E-commerce yang harganya kompetitif jikalau dibandingkan dengan online mall dan shop di Indonesia, bahkan bisa termurah kalau pembeli lebih sering mengecek stock, karena sudah pasti sering habis. Customer service termasuk mudah di hubungi, setidaknya lewat Livechat kita bisa bertanya langsung mengenai masalah yang kita alami. Sekalipun belum tentu membutuhkannya, tapi saat mengalaminya, itu tidak menjadi masalah karena tim support Blibli selalu ada 24 jam sehari. Blibli bekerja sama dengan penyedia jasa teknologi, mitra logistik, perbankan serta mitra dagang dengan standar tertentu untuk menciptakan sistem back-end yang bisa memenuhi kebutuhan pengguna Blibli.

 

Jenis-Jenis E-Commerce

Buat kamu pengguna E-commerce, wajib tau juga nih, perbedaan dari jenis e-commerce yang sudah berkembang &  fungsinya:

1. Business-to-Business (B2B)

Pada pengertian yang ini, e-commerce adalah pihak bisnis yang konsumennya pun adalah seorang pihak bisnis (punya bisnis juga seperti reseller dll). E-commerce menjual barang yang diperlukan perusahaan, sehingga konsumennya pun juga adalah suatu perusahaan. Beberapa contoh e-commerce ini adalah perusahaan penyedia peralatan perusahaan, perusahaan hosting, dll.

2. Business-to-Consumer (B2C)

Pada model bisnis e-commerce yang satu ini, pihak e-commerce adalah pihak bisnis, dan pelanggannya adalah konsumen yang menggunakan barang ataupun jasa untuk pribadi.

3. Consumer-to-Consumer (C2C)

Model bisnis e-commerce selanjutnya yang akan kita bahas adalah C2C. E-commerce C2V adalah tempat yang mana penjual UMKM akan memanfaatkan e-commerce sebagai sarana untuk menjual barang ataupun jasa pada konsumen langsung.

4. Consumer-to-Business (C2B)

Dengan model yang satu ini, maka e-commerce adalah suatu sarana bagi seorang konsumen untuk membuat penawaran barang atau jasa pada perusahaan. Bahkan, seorang influencer yang menawarkan jasa promosi dan review-nya pada beberapa perusahaan pun bagian dari transaksi e-commerce C2B.

 

Ada kelebihan, yang sulit dari menggunakan e-commerce antara lain, pembeli tidak bisa melihat keaslian 100% barang yang di jual. Kekurangan lain dari e-commerce adalah tingginya persaingan antar toko, baik itu berupa harga produk ataupun yang lainnya. Hal ini sebenarnya baik untuk pelanggan, namun bisa jadi juga merugikan untuk para penjual. Jadi sebagai masyarakat yang aktif bersosme, kalian favoritnya e-commerce yang mana nih?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.