5 Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu

5 Ciri-Ciri Lowongan Kerja Palsu – Sekarang ini, modus penipuan makin marak terjadi di zaman sekarang. Salah satunya berupa membuka lowongan kerja abal-abal.

Pandemi COVID-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan, dan penipuan di lowongan kerja sulit di hindari. Salah satu kesalahan fatal para pencari kerja adalah kurang memperhatikan bagaimana detail perusahaan yang akan d lamar.

Beberapa perusahaan memang memiliki sistem dan tata cara melamarnya sendiri-sendiri, salah satunya dengan membuka lowongan secara online, memiliki kriteria tertentu & ada juga yang menetapkan sistem “mutasi” untuk karyawannya.

Mencari kerja saat ini semakin mudah berkat adanya internet, namun di satu sisi penipuan berkedok lamaran kerja masih banyak terjadi. Modus penipuan kerja pun semakin beragam bentuknya. Jadilah pelamar yang cerdas, jikalau ada perusahaan yang di curigai palsu ada kalanya bertanya kepada teman dekat atau orang yang pernah melamar ke perusahaan tersebut.

Biasanya, ketika perusahaan memberikan informasi panggilan interview, mereka langsung mengirim email dari email resmi perusahaannya, atau kontak person dari HRD nya langsung. Selamat berusaha dan jangan lupa, berdoa!

 

5 Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu

Sebuah lowongan yang benar akan menyantumkan persyaratan dengan detail, mulai dari kualifikasi pendidikan spesifik, usia, keahlian, pengalaman kerja, dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pelamar yang tepat dan memudahkan HRD untuk menyaring setiap CV. Ada beberpaa perusahaan palsu yang menggunakan klarifikasi sejenis ini untuk meyakinkan korbannya, bahwa mereka adalah perusahaan aktif.

  • Menarik Bayaran :

Jika ada lowongan kerja yang mengharuskan kamu membayar sejumlah uang di muka, tanpa memberi kepastikan kapan dan dimana lokasi kerja kalian, maka kamu harus hati-hati karena kemungkinan itu adalah lowongan kerja abal-abal yang berkedok penipuan.

Jika ada sebuah perusahaan yang menawarkan sebuah posisi pekerjaan di situs pencari kerja yang memintamu untuk melakukan sebuah transaksi uang untuk mereka, kamu patut mencurigai perusahaan tersebut.

Alasan yang mungkin mereka gunakan adalah kamu harus membayar asuransi untuk barang yang akan kamu gunakan dalam pekerjaan tersebut. Hal inil sangat tidak masuk akal. Perusahaan mencari seorang karyawan dari kompetensinya dan membayarnya, bukan malah meminta sejumlah uang.

  • Meminta Informasi Pribadi :

Lowongan kerja abal-abal biasanya meminta kalian untuk memberikan informasi pribadi. Informasi ini bisa berupa Kartu Keluarga, KTP, hingga KTP. Jikalau perusahaan resmi mereka hanya akan meminta fotocopyan KTP setelah kalian tanda tangan kontrak, itu pun hanya formalitas.

Selain itu, pencari kerja juga pasti dirugikan karena privasi datanya yang tersebar ke tangan yang salah. Para pencari kerja memang sangat rentan mendapatkan penipuan karena dianggap sebagai orang yang sedang membutuhkan uang.

  • Tata Bahasa Tidak Baku :

Ciri-ciri lowongan kerja abal-abal selanjutnya adalah penggunaan tata bahasanya biasanya tidak baku, namun sering luput dari perhatian. Ini terjadi jika kalian menerima panggilan untuk interview, dan tata bahasa yang digunakan sang pewawancara biasanya tidak baku.

  • Pura-Pura Menjadi Agen Perekrut :

Agen ini biasanya mengaku akan menyalurkanku ke perusahaan yang sedang membuka lowongan, dan tanggung jawabnya hanyalah mencari kandidat yang tepat. Salah satu tujuan oknum ini mengaku menjadi agen adalah biasanya ia akan meminta sejumlah uang darimu.

Bahkan, ada pula yang mengajakmu mengikuti tes kesehatan, agar terlihat seperti sesungguhnya dan bukan penipuan. Namun, penipu hanya ingin kabur lari membawa sejumlah uang darimu.

  • Menawarkan Gaji Menggiurkan

Jikalau ada perusahaan yang mematok gaji besar, ada baiknya di cari tau terlebih dahulu, biasanya itu  adalah lowongan kerja palsu. Cek berapa kisaran gaji untuk posisi X sehingga kamu bisa lebih rasional. Perlu kamu ketahui juga, biasanya perusahaan-perusahaan seperti Unilever, Chevron, atau perusahaan BUMN lainnya, sangat jarang yang mencantumkan gaji secara terang-terangan.

 

Penulisan lowongan kerja yang sembrono tidak mungkin dilakukan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan yang benar-benar mencari calon karyawan pasti memikirkan penulisan lowongannya dengan matang. Lowongan kerja yang dipasang di situs pencari kerja, bahkan bisa menjadi salah satu media branding yang digunakan perusahaan agar memiliki kesan terpercaya.

Lowongan kerja palsu yang tersebar di situs pencari kerja bisa jadi merusak nama baik perusahaan yang dicatut namanya, apalagi jika terdapat unsur penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Alih-alih mendapatkan uang, jika kamu sampai tertipu dengan lowongan kerja palsu di situs pencari kerja, kamulah yang mengeluarkan uang dan menyerahkannya secara tidak sengaja pada si penipu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.